Ada tempat yang dinanti ketika penat ini sedang diujung muara. Seorang yang begitu lelah dan ingin segera sampai pada peraduan. Yang membuatnya nyaman dan sekeliling di ruangan hanya miliknya, sekalipun tertambak pada ukuran 2,5 x 3 m. Hemm... angin sore yang sejuk. Sejuk menelusuri ruang bisu ini.
Ketika beranjak keluar, dunia tidak jauh berbeda. Hanya bercampur aroma. Tempat bersama yang selalu ada cerita. Tempat bersama yang siap menyambut yang baru datang dan jenuh selepas bekerja. Yang menanti meronanya penghuni setelah bertemu yang terkasih. Yang hanya sebagai tempat pengharibaan dan memupuk kebaikan.
Inilah tempat bersama, yang akan terus dijaga.
Inilah tempat bersama, bukan untuk bermaksiat.
Inilah tempat bersama, yang akan terlimpah berkah bagi yang menjaga.
Inilah tempat bersama, bukan untuk pesta yang tidak-tidak.
Jangan rusak tempat ini, jauhkan sumber pikiran busuk sisi manusia dengan segala akal dan peluang bejat. Ini tempat kita, tempat dimana kita bernaung. Biarlah sisi egoisme sejenak untuk disingkir karena manusia secara sosial bertanggung jawab satu sama lain.
Beriring kita bersaudara, bergandeng kita karena senasib. Jadi, peliharalah jiwa, hati dan pikiran kita. Jangan tergoda dan lebih takut kepada manusia. Karena kacamata Tuhan melebihi tajam dari yang kita duga. Secara sadar, kita tentu tidak ingin jadi budak nafsu Adam dan Hawa.
Kita bersama, harus menjaga tempat ini.
Jika tidak sepakat, hidup saja di hutan dan berlaku sekehendaknya.
By. Nok
Okt 25th, 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar