Sabtu, 13 November 2010

Sepintas Nalar

Pernah tidak berpikir kita memiliki pribadi yang berbeda dan berlaku se-merdeka dari yang kita duga? Selepas pulang kerja, aku sering mengamati berbagai perilaku sekitar. Namun ini lebih sering kulihat di malam hari. Dan kebeneran tadi aku pulang hampir di penghujung malam. Hemm.. mudi-muda yang bersuka-suka, segerombol anak manusia yang tampak aneh dengan kostumnya (maaf disebut aneh, secara angin dingin sekali, tapi masih bisa pakai yang minim abis). Dan itulah realita. Kehidupan selalu menawarkan kepada yang hidup agar hidupnya lebih hidup.


Wajar setelah berpikir lama, dengan posisi duduk ataupun hilir mudik kesana-kemari, suplai otak kita menembus syaraf di alam yang secara sadar sana dan berdemo, kami butuh amunisi. Baiklah, mari kita berdamai. Perdamaian kali ini, disambung dengan "pecel lele" murah meriah dinikmati dengan semilir angin yang sejuk. Kursi tampak kosong, kupiliih di pojok yang posisinya bisa melihat kendaraan yang saling berlomba.


Kumpulan materi terpenuhi, saatnya melangkah ke peraduan. Waktu sudah menunjukkan pukul 11. 35 PM. Beberapa ruang petak telah terisi penghuninya, sepertinya memang telah nyaman dalam terjaga. Salam kusampaikan, dan tenang langsung merayap. Tertidur tak sadar tapi lalu terkesiap. Ah, ternyata pulasku hanya 10 menit.


Aku kemudian berselancar pada dunia maya dan berjelajah, tapi aku tengah rindu untuk tuliskan buah pikiran baik itu selintas atau memang hanya berucap dan diterjemahkan kedalam kata per kata seperti ini, ya seperti ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar