Sabtu, 12 November 2011

Aku Menyukai Kehendak-Nya

Selamat siang menjelang sore yang terik. Musim yang kadang sulit untuk ditebak. Pagi cerah, siang terik, tapi aaah... Sorenya terus mendung disambut hujan. Bumi menjadi sejuk. Berjuta-juta air bersama teman-temannya saling berlomba menuju titik terbawah. Bumi seberang apa kabarnya. Layar kaca yang sudah jarang sekali kutemui. Sejumlah berita didapat dari cerita orang per orang, lebih seringnya aktifnya jelajah dunia maya. Portal berita terkini bisa diakses jika jaringan tengah bersahabat. Hidup prihatin, kekurangan tapi menurutku ini cukup. Semua akan selalu terasa kurang jika setiap harapan tidak dapat terwujud. Hidup itu tidak demikian. Hidup itu berjalan dan dialami secara nyata. Keterwujudan harap itu atas izin dari Sang Pencipta yang memiliki kehendak.

Minggu, 12 Juni 2011

Kamu dia kalian

Selamat malam, malam yang seperti malam yang lain. Yang berubah itu hanya moment yang ada. Kebersamaan yang akhirnya untuk kesekian kali dibuka dengan cerita tidak mengenakan.

Wanita, wanita itu lagi. Dia lagi. Dan memang tidak berubah. Jujur pun telah ingkar. Seolah tak paham satu sama lain. Kalian cerdik sekali. Mengapa menyakiti hingga sedemikian jauh. Tega sekali.

Lembaga dalam universitas kehidupan akan segera menuju babak baru. Menghitung mundur dalam hitungan hari. Ujian pun semakin menjadi.

Dalam pikir, langkah maju itu hanyalah sebuah kompromi perjanjian, tidak lebih dari apapun. Balas atas kewajiban, laksananya hak yang senantiasa dituntut.

Kalian itu hebat sekali, pintar sekali, lihai sekali, tapi bejat sekali.

Kau ingin tau bagaimana marahnya manusia. Ia hanya diam. Tanpa kata, seolah terdakwa yang tengah diadili. Marahnya membuat urat leher menegang, degub jantung semakin kencang, tapi nadi melemah, tatap menjadi nanar, kosong. Ini nyata kah?!

Satu yang memilukan, mengapa kalian tidak jujur saja. Menyakiti sebegini teganya. Ingkarmu akan berbalas, karma itu ada. Ketika itu kau hanya seonggok manusia tanpa daya. Kecewa itu telah mengakar dan menjalar.

Jumat, 27 Mei 2011

Tak Bisa Kupahami

Aku sudah tidak berpikir lagi siapa atau bagian waktu yang mana hingga akhirnya perkembangan dari perkenalan mereka sebegitu dekatnya. Yang kuyakini, akan ada perjanjian kokoh siap menyambutku. Tapi ini bukan hanya aku, dia juga serta keluarga. Semua, kedua keluarga.

Masalah kalian masih bermain, aku sudah tidak perduli lagi. Telah aku tancap tekad jauh dilubuk hati setelah akhirnya aku memilih bahwa aku memilih bersamamu. Pikirku ini terlalu riskan, yakinkah ku pilih jalan ini. Beribu tanyaku, pergulatan hati yang nantinya akan ada pertanggungan jawab dunia akhirat. Tuhan, bimbing aku. Tuhan, jangan tinggalkan aku.

Waktunya semakin dekat. Terhitung kurang dari sebulan. Tuhan, mantapkan dan tetapkan hati kami, keluarga kami.

Persiapan sedikit demi sedikit mulai berujung hasil. Belum rampung benar, dan terus dipantau. Kisahku tulis sambil ku terus berdialog pada diri. Aku, kamu, dia, kalian, mereka.

Aku bertatap dengan diriku, pada cermin yang selalu membuatku merona.
Kamu yang begitu memesona, bersamamu cinta,tangis, dan airmata berbagi.
Dia, memang telah nyata hadirnya. Aku bisa apa???
Kalian, cukup bermain didepanku, jangan terlihat oleh mereka. Cukup aku.
Karena rasanya perih, perih yang sangat.

Seperti duri yang menghujam runcing menusuk hingga sendi nadi, menyayat tapi terselubung kepura-puraan. Aaah, itu sudah tidak kupikirkan lagi. Terserah.

Bukankah engkau membidik cara pandangku kepada yang positif dan membuang pikiran yang tidak baik. Benar sekali. Bukan urusanku atas setiap laku manusia. Kita berjalan dengan kaki kita sendiri. Usah menopang kepada yang lain.

By.Nok

27052011
di Jum'at sore menjelang pulang.
selamat berlibur

Selasa, 19 April 2011

Sajak Kematian

Membenamkan diri dalam ruang itu
Sorot lampu remang menyusup
Kelam, semua tampak hitam
Lelahku sangat

Sajak kematian,
Bergulir bagi para jelajah dalam orbit puncak kenikmatan
Sisi autis manusia seperti bidadari di kayangan
Bermandi cahaya menelikung diri
Ria bersuka-suka

Sajak kematian,
Batin itu telah mati dan hidup kembali
Nyata itu pahit
Laksana racun ditengguk sengaja
Merayap nadi menusuk setiap aliran darah

Sajak kematian,
Hatiku telah mati dan hidup kembali
Layar datar membuktikan
Ku telah jatuh untuk kesekian kali
Ku telah bangun berkali-kali
Namun rasanya masih tetap sama
Seperti dihujam batu beribu-ribu kelipatannya

Sajak kematian,
Ternyata kau memang masih menginginkannya
Malaikat pencabut nyawa seperti ragu menyabut nyawamu
Seperti Izrail yang tak rela dan getir hatinya
Mencabut nyawa Sang kekasih ilahi Rabbi
Tetap sakit

Sajak kematian,
Apa kau masih tak ikhlas?
Apa rela itu hanya sebatas ucap?
Apa seperti caraku, membungkus semu itu dalam bait cinta pecinta

Sajak kematian,
ku persilahkan
Silahkan!!!

Sajak kematian,
Kalian tidak akan tenang
Seperti kabut yang melumat setiap hembusan nafas

Sajak kematian,
ada diantara apapun
hadir dari sisi manapun

Teruntuk yang telah begitu mematikan
Sajak kematian tercipta
Pada sebilah layar
Tatap tajamku
Membidik segala gemulai

Sajak kematian,
Matilah engkau dalam perbait sajak.

By.Nok

Selasa, 12 April 2011

Titik Antara

Telah ku bagi malam dan siang
Tanpa perantara
Jika sang surya menjadi pijak
Fajar dan senja sering kali terlewat
Berbatas ruang bawah

Bolehkah kali ini, gerai sejenak lelah
Sebagian besar waktu adalah milik kalian.
Sisa dari itu, baru kudapati waktu ku.
Apakah mengeluh, layak diterima?!
Manusia telah terprogram pada siklus tak berkesudahan.
Dan menjadi tua dalam langkahnya.

Bungkam inginmu dengan busa tanpa nyata.
Ranjau bersambung, jerat pekat.
Mengapa hitung bom waktu, tercatat mundur.
Tuhan, tetapkan langkah makhlukMu dan
izinkan kami mengerti segala kehendakmu.

By. Nok

Telapak Tak Berucap

Siapa dia, dia bukan siapa-siapa saya
Kamu siapa, ada keinginan menjadi miliknya
Sebatas ingin tapi menggebu
Begitu kan?!

Kenapa kamu, kamu tidak kenapa-kenapa
Saya dimana, ruang abstrak tanpa esensi percaya
Hendak kemana, apa pedulimu?!
Iya, disana.
Lurus menunjuk, dia, bukan?!

Ia bukan milik saya
Saya pun bukan miliknya
Hanya prosesi ini yang menjadikan seperti dia adalah apa-apa saya.
Jadi dia siapa?!
Dia tetap bukan siapa-siapa.

Kenapa dipertahankan.
Terjawab, alur Tuhan yang sampai saat ini belum dimengerti.
Hatimu terlalu keras, mungkin!!!
Apa karena ada dia?

Dia mengingkannya,
Saling menginginkan.
Dipersilahkan?
Tidak!!!

Mengapa?
Bicaralah dengan telapak tak berucap,
Tak akan ada jawab.
Ini akan lebih menyiksa.

Inginmu?
Keinginan dari sisi jiwa yang hitam
Melumat berjuta pesona
Mengeruknya dan membunuhnya dalam lubang yang dalam.

Kejam..
Iya.
Episode merekapun kejam.

Berbalas.
Tuhan kan balas.

Jangan mendendam.
Rasa itu telah mati suri dan membekas dengan luka yang sangat.

Dimaafkan?
Tuhanku saja Maha Pemaaf.
Kamu bagaimana?
Diam.
Berwudlu lah... ini akan mengundang aura kerudung hijau.


By. Nok

Jumat, 18 Maret 2011

Diamku Menjerit

Ada rasa yang menyesak di hati. Bentuk yang... entahlah, bagaimana ini harus diungkapkan. Blog ini adalah sarana dimana saya sudah tidak tahu harus berbagi kepada siapa.

Pagi ini, sebelum beranjak ke tempat kerja, aku tertegun selama 15menit duduk di kasur yang langsung bersentuh dengan lantai sambil menatap lurus kepada bayangan mati dua manusia. Lalu sesekali aku tertunduk, seperti anak kecil yang malu ketahuan menangis. Dan kembali menopang dagu, pada sila tangan yang masih dalam posisi duduk terdiam. Tuhaaan... aku harus bagaimana.

Ah, menangis lagi dan membentuk nanar bening mata lagi yang nyaris jatuh. Ayolah hati, teguhlah dan kuat, sekuat seperti biasa ini dijalani. Pagi tadi, aku terdiam tidak berbuat apa-apa. Benar-benar mengikuti keinginan sisi diriku yang di lubuk dalam sebelah sana, aku hanya ingin terdiam. Bangkitlah, ini hampir jam 7, sudah waktunya kau harus berangkat, bersiap-siap lah, monologku. Tidaaak, aku hanya ingin terdiam dan ternyata berhasil membentuk sebening itu lagi dan lagi. Lagi.

Bisik batinku,
Tuhaan, jika aku meminta kesabaran. Jelas Kau akan mengujiku dengan hal sangat menjengkelkan sehingga aku lulus dari rasa sabar itu.
Tuhaan, jika aku meminta kelapangan hati. Jelas, Kau akan mengujiku dengan hal yang sangat bertolak dari inginku sehingga aku menjadi lapang dan menerima.
Tuhaan, beri aku keteguhan atas segala pilihan. Dan benar sekali, Kau mengujiku dengan sekian keraguan dan bayangan yang nyata.

Udara pagi tadi, segar. Batik coklatku, rok hitam panjang, kerudung nuansa hitam, semua sudah rapih. Menanti diri menyambangi dan bersentuh membalut sesama pandang.

Teguhlah dan berlakulah bahwa semua baik-baik saja. Aku kadang lelah, Tuhaan.
Sudah beberapa kali ku lewatkan sunset di pertigaan Perintis Kemerdekaan. Melihat lalu-lalang kendaraan bersahut. Dan para pemuda yang tampak kawin dengan sky-board mereka. Melejit bebas.

Kali ini, akan ku sapa sore mentari dengan senja menyingsing cantik, siap menyambut sang dewi malam.
Malam, aku telah menyukaimu dalam waktu yang berkepanjangan. Sangat kunikmati pesonamu. Selimuti raguku, dobrak lah inginku yang sesat. Membunuh ke-biadab-an!!!

Kamis, 24 Februari 2011

Melayang di Februari

Tuhan
Berkali-kali kumohonkan yang terbaik atas jalan hidupku

Tuhan
Beribu tangis dan ku dobrak segala ragu

Tuhan
Mohon bersihkan kembali hatiku

Tuhan
Tolong aku sampaikan aku pada kerudung hijau

Tuhan
Bagaimana aku harus berlaku

Tuhan
Jangan tinggalkan aku

Tuhan
Aku rindu padaMu

Izinkan aku kembali dengan sebaik-baik pengembalian.
Tutur salam atas kebahagian semua
Yang tetua
Yang terkasih
Yang kukagumi
Yang ku tak bisa pindah kepada selainnya

Aku menarik diriku
Sedikit demi sedikit
Kuperkenalkan dan secara sadar akan kulepaskan
Melepasnya untuk bahagianya

Tuhan
Rasanya sakit..
Sakit sekali.

By. Nok

Rabu, 23 Februari 2011

Menjalin Kembali Hubungan Setelah Perselingkuhan


Apakah Anda pernah berselingkuh atau diselingkuhi pasangan Anda? Tentunya hal ini sangat menyakitkan, bukan hanya Anda tapi juga pasangan Anda. Ada banyak definisi mengenai selingkuh, tapi yang pasti hal ini adalah pelanggaran terhadap kepercayaan. Dalam banyak kasus, perselingkuhan adalah penyebab berakhirnya sebuah hubungan.

Perselingkuhan bisa terjadi, mungkin karena salah satu pasangan merasakan ada kekurangan dalam hubungannya. Penyebab utamanya adalah perbedaan antara Anda dengan pasangan Anda.

Perselingkuhan akan sangat mempengaruhi hubungan Anda. Meski akhirnya masing-masing pihak saling memaafkan, dan berjanji akan kembali memperbaiki hubungan, tapi jalan tidak akan semulus sebelumnya, saat hati Anda dan pasangan belum pernah tercederai. Perselingkuhan akan membuat pihak yang berselingkuh merasa bersalah, dan sebaliknya, membuat pihak yang dikhianati merasa gagal dan terluka.

Sebuah hubungan yang kuat dibangun atas dasar kepercayaan dan keyakinan. Karenanya, memperbaiki hubungan setelah perselingkuhan sangat tidak mudah karena Anda harus menghadapi konflik, kepahitan dan kesedihan. Membangun kepercayaan setelah selingkuh akan lebih lama dibanding sebelumnya.

Anda pasti sangat sedih dan terluka ketika mengetahui bahwa pasangan Anda berselingkuh. Walaupun Anda mungkin mengatakan harus tetap tenang dan mencoba untuk mengendalikan situasi. Pikirkan cara terbaik untuk menghadapi situasi ini dan menemukan cara untuk memperbaiki hubungan kembali.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menumbuhkan kembali kepercayaan. Mungkin sulit pada awalnya, tapi bisa dilakukan dengan kerjasama dan komitmen antara Anda dan pasangan.

Setelah itu, perlahan bangun kembali hubungan, dengan lebih memperbanyak komunikasi. Lebih meluangkan waktu untuk mendengar, juga membuka diri untuk mengungkapkan keinginan dan harapan-harapan Anda. Karena seringkali, perselingkuhan terjadi karena kurang komunikasi. 
(articlesbase/lala)

sumber:
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/lelaki/2009/06/04/106/Menjalin-Kembali-Hubungan-Setelah-Perselingkuhan

Selasa, 22 Februari 2011

Selingkuh Itu Indah?

Selingkuh kini sudah jadi tradisi. Entah dari masa asalnya, selingkuh tiba-tiba dianggap indah dan merupakan sesuatu yang disahkan. Banyak tema lagu selingkuh yang kerap kita dengar, sebut sajaTEMAN TAPI MESRA dari RatuJADIKAN AKU YANG KEDUA dari suara manis Astrid, maupun band-band lain yang sering kita dengar. Tapi, jika selingkuh ketahuan sang pacar, bisa jadi malapetaka, tidak hanya putus, akan ada dendam bahkan pembalasan untuk mereka yang selingkuh.


Bagaimana sih caranya biar tidak ketahuan..?
1. Untuk para penyelingkuh, harus memperhatikan rambu-rambu selingkuh. Utamanya, jangan meninggalkan jejak yang nantinya gampang diketahui sang pacar. Contohnya aja, semua Inboxmaupun Outbox yang ada di telepon genggam harus bersih, saat ketemu. Jangan pernah meninggalkan tanda apapun di baju, celana, apalagi di badan sendiri. Dan juga tidak boleh menerima atau memajang barang apapun yang akan mengundang kecurigaan. Misalnya saja, dapat boneka atau miniatur F1, segera saja deh simpan di lemari.
2. Jangan memberikan nomor telepon yang sama kepada pacar dan selingkuhan. Kalau bisa sih, punya beberapa telepon dalam satu waktu. Kalau tidak ada, manfaatkan kartu perdana murah. Atau dengan alasan lain, "Maaf handphone-ku dipinjam teman."
3. Alamat rumah perlu dirahasiakan dari selingkuhan. Karena biasanya, selingkuhan sering nekat datang ke rumah jika tidak dihubungi dalam jangka beberapa waktu lamanya.
4. Sedikit memberikan keterangan palsu yang menaikan derajat, harkat, dan martabat. Misalnya saja, "Ini mobilku". Padahal, sepeda motor aja pinjaman. Jadi, jika ketemu dijalan, selingkuhan tidak akan tahu dan menyapa jika kita bersama sang pacar.
5. Sama seperti nomor telepon, usahakan juga punya beberapa alamat email. Kadang berpura-pura 'gaptek' bisa juga jadi syarat selingkuh. Berpura-pura tidak bisa internet, padahal punya segudang pacar walaupun dalam dunia maya melaluichatting.
6. Siapkan berbagai rencana, jawaban, alasan, maupun karangan cerita untuk berjaga-jaga. Siapa tahu sang pacar curiga dan menanyakan hal yang macam-macam. Kalau untuk hal ini, diusahakan belajar menatap matanya dan sedikit belajar memelas bahkan menangis.
7. Jangan terlalu banyak berbicara mengenai hal-hal baru. Banyak kejadian seperti ini yang akhirnya menjebak. Contohnya, saat sang pacar membahas tentang cerita film baru, biasanya kita tidak mau kalah dengan menjawab, "Oh iya, ceritanya bla..bla..bla.."
8. Sesuaikan jadwal kencan. Bila perlu seperti kursus, senin-kamis, selasa-jumat, dan lain-lain. Dan bila memungkinkan, berilah satu hari ekstra untuk diri sendiri, jadi seumpamanya sang pacar sudah mulai curiga, Anda bisa membuktikannya di satu hari luang itu. Yang paling penting, buat rencana dengan bersela-sela, jangan monoton.
9. Koleksilah beberapa parfum, khususnya parfum yang sama dengan milik selingkuhan atau pacar. Simpanlah di botol-botol kecil sehingga bisa disemprotkan kapan saja, tanpa meninggalkan aroma lain. Jika memungkinkan, bawalah baju cadangan jika ingin bertemu pacar dan selingkuhan dalam waktu yang hampir sama.
10. Saat membawa selingkuhan jalan-jalan, jangan pernah menyapa penjaga toko, penjual karcis bioskop, atau ke tempat-tempat yang dikenal sang pacar. Banyak yang menyukai kita, tapi lebih banyak lagi yang tidak suka melihat kita selingkuh.
11. Jangan pernah menjanjikan apa-apa kepada selingkuhan, baik materi, janji, maupun kata-kata indah.
12. Ceritakan kepada selingkuhan, jika Anda sudah mempunyai pasangan. Biasanya, ini jurus jitu yang langsung mematahkan pemikiran bahwa Anda salah telah berselingkuh. 'Lha wong sama-sama mau kok'.
13. Usahakan jangan serius menceritakan masalah yang dihadapi kepada selingkuhan, karena semua itu bisa menjadi boomerang untuk diri kita sendiri. Ingatlah, jika selingkuhan itu nekat.
14. Jangan berbuat sesuatu yang berlebihan dengan selingkuhan. Apalagi melebihi sang pacar, lain halnya jika Anda selingkuh untuk mendapatkan yang lebih baik.


Namun, seperti kata pepatah, 'Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga'. Sepintarnya kita menyimpan rahasia jelek, pasti dampaknya akan buruk di kemudian hari. Selingkuhan bisa menyenangkan jika kita seperti tupai yang belum pernah jatuh :D. (boo)



Sumber:
http://www.kapanlagi.com/a/old/selingkuh-itu-indah.html

Kamis, 10 Februari 2011

Ruang Malamku


Mari hidup di malam hari menjelang hari bergantii, di hari yang menginjak ke pagi sekali. Tapi apa bedanya, langit masih hitam. Di bumi belahan sana, pasti ada juga yang tengah menanti malam, menyambut malam, dan berucap selamat tinggal malam.

Malam ku berbeda dengan malam kemarin. Tanpa bintang, aaah,,, jadi seperti lirik lagu Anang ft Aurell..
Aku dan kamu selalu bersama
Habiskan malam walau tanpa bintang
Aku dan kamu saling berpelukan
Membunuh malam hingga pagi menjelang
Bersama selamanya

Tapi tidak berpelukan, dan tidak selamanya. Hanya jika kita ingin bersama. Jadi tidak selamanya.

Malam yang kemarin
sediakan waktu barang 2 jam,

Swicth off or silent the cell phone
no read or reply sms, no accept call, no talk to any
its the only side by side
no anyelse.
And the last minnute, yup,,, time is up
We already can chek our cell phone, open – read – then replay.
Thanks for following the rules.

Pagi satu jam lagi.
Hey, Friday... hurraaaay...
2 days letter we’ll have a holiday...

I’m going to comeback home...
Just wanna go home

 Wisdom for today:
When I can look life in the eyes, grown calm and very coldly wise, life will have given me the truth, and taken in exchange - my youth.
~Sara Teasdale

Gud Nite...


In the night of Friday
at 11 o'clokk PM
by Nok

Rabu, 09 Februari 2011

Bulan Kedua

Bulan Februari.... aku berkarya lagi. Ada apa di bulan ini. Wah, rasanya semakin menghitung hari.

Bulan kedua Minggu pertama, aku tengah semangat dengan proyek keduaku, skripsi. Tapi akhir-akhir ini malah ga ku sentuh. Mentok, otakku lagi ga mau diajak mikir, jadi ya ku siasati sharing aja tentang judul yang akan ku ambil dengan objek yang akan kuteliti, sambil berharap mengumpulkan tenaga dan olah pikir menuangankan info yang didapat lalu bercerita dengan menulis.

Bulan ini, ku kuatkan hati untuk menjadikan kisah perkawananku "finally episode" dan melangkah mundur. Bukan membenci, tidak juga pergi tanpa rasa terima kasih. Jelas kusangat termemori dan berterima kasih dengan perkawanan itu. Sebelum rasa itu terakumulasi dan membentuk rasa-rasa yang lain.

Kenapa jadi begini, jika boleh memilih, aku akan memilih moment tanpa tangga itu, tanpa sepintas jalan itu, tanpa tegur itu, tanpa udara itu, tanpa detik-detik itu. Karena kita akan berbeda jika tanpa itu.

Sudahlah, kita jalani hidup ini tanpa perlu berharap yang tidak pasti. Toh, sebenarnya hari dimana kita lalui, akan berjalan bukan beralas dalang pribadi.

Terima kasih ku pernah mengenalmu,
selamat jalan kawan.
Suatu saat kita akan dipertemukan...

"someday someway we will come across"

in d'early morning on Wednesday
Feb 9th' 2011
By: Nok

Minggu, 30 Januari 2011

Imaji temani aku

Januari akan segera berakhir. Target di bulan ini kubilang cukup terpenuhi. Tentang studiku, judul skripsi sudah kuajukan. Tentang karirku, masih seperti biasa. Just do the best. Tentang familiku, persiapan perhelatan untuk pernikahan yayuku mulai dirancang. Tentang asmaraku, objektif tergantung situasi dan kondisi. Menata kepekaan yang mengambang, tidak statis. Karena aku berhadapan dengan insan yang mulia.

Day, apakah benar seorang wanita itu terlalu perasa dengan sekitarnya? Kadang saat aku sepulang kerja entah itu menyegajakan diri duduk sendiri di sebuah taman, atau menikmati hiruk pikuk jalanan sambil mengamit menu makan malam, atau menyelami lampu-lampu nuansa rumah kedua. Aku suka.

Di sela langkah, dalam diamku menatap, apa yang tengah mereka pikirkan? kebahagiaan hati kah, ketakutan akan esok hari kah, penyesalan atas tindak bodoh kah, rasa ingin minta maaf kah, berharap bersama orang terkasih kah, akan menepati janji kah, mensyukuri hasil jerih payah kah.
Ah, aku begitu mengikuti pola imajiku. Ditemani angin malam yang menyapu wajahku, lembut.


Bandung, ku terawang wajah kekasih. Seraya berucap, kau tengah berlaku apa. Rindu kah akan aku?

Selasa, 25 Januari 2011

Horizon Dua Hati


A:
Pagiku sapa...
Di siang.. terang, tapi mendungi auraku

F:
Tapi tak begitu adaku..
Cercah cerah..
Menggantung hari..

A:
Indonesiamu bagian mana...
Jika ku serta, ingin ku tengok kolong langitmu
Sebentar saja

F:
Aku ada di horizon langitmu..
Tak usah cinta mencari..
Dan mendaki pada bukit awan..

A:
Melintas melihatmu, dengan balutan kemeja yang itu
Aku suka...

F: membalut badan dibalik keperkasaan langit..
A: dekatimu menyisir dengan caraku

F:
Lekangkan jemari biar kugamit lembut..

A:
Teduh pada sebidang kokoh...
Telah terbuka, jalan pulang yang kucari
Menuntun hingga putaran roda terakhir...
Lirihku ucap... terima kasih cinta...

F:
Berbalas dengan anggukan hati..
Mari bermain dengan indahnya dunia..

A:
Seperti bisikmu.... purna cita kita...
Kisah teruntuk adam dan hawa

F:
Sendu meramu haru..
Sebuah kata tak sempurna mengalun..
Lamat lirih..
Selembut kalbu..
Luv u...

A:
Luv u too...

... finish ...

Senin, 24 Januari 2011

Prajabku di akhir tahun 2010 (finish)

Lanjutan...

Masih cerita prajabku yang kemarin nih. Setelah kemarin-kemarin baru beres cerita nyampe kudapan. Sembari memutar otak, mencoba buat inget lagi. Beres kudapan ato nikmati snack yang sesi sore dilanjut materi lagi sampe sebelum Maghrib beres teng pkl.17.45. Dah gitu rehat. Maghrib trus makan malem.

Masih dengan tata cara makan yang pernah aku ceritain sebelumnya. Antri, nunggu semua dapet bagian, trus duduk siap, dipimpin doa buat makan, baru dah bisa disantap. Makan malam wajib selesai pkl.19.00. Karena setelah itu materi untuk jam malam siap diluncurkan.

Materi jam-jam malem itu godaannya ampun dah. Nguantuk... hihihiii...
Tapi semua tetep smangat.

Materi malam selesai. Apel malam siap menyapa. Klo aku inget, apel malem ini fleksibel. Ya lihat kondisi lah. Biasanya apel malem itu jam 21.00. Daaaan, rehat. Istirahat, ngobrol-ngobrol, trus kembali ke kamer masing-masing. Time to sleep.... ZZzzz..zzz..zz..

Iseng-iseng futu-futu menu yang waktu ... tram tram... cekitdot!!!

numpang jepret aaah...


ini juga menu siang...


Seinget aku ini menu makan siang juga.
Daaaan..itu ada akuw di ujung meja yang ituw,,,

emmmm masih ada lagi....


hoalaaa... ko jadi makanan semua yaa...hahaha...
biarlah.. yang penting penting kenyang, biar hati senang hahay...


Mengenang kembali suasana prajab ah...

dilarang gosip, cuma ini futu yang sempet keambil pas beres olahraga pagi,,, segaaarr..















Nah, klo yang ini emang sengaja saatnya sesi foto-foto haha...

Ini lorong wisma kami,,, tengs Om Tet, udah foto-in kita-kita...
 ampuuun daaah... gaya bebas..haha















ujian beres,,,kita plong rasanya...


Beres makan siang, ga ada loe ga asyik... ngumpul-ngumpul coy.... ^^














Siap-siap pulang....
smoga ilmu berkah, menjadi para abdi yg baik

Sabtu, 08 Januari 2011

Prajabku di akhir tahun 2010

Akhir tahun kemarin, ternyata ditutup dengan kisah diklat prajabatan. Ini menghabiskan waktu 10 hari. Terhitung dari tanggal 22 s.d 31 Des 2010. Dari tempat ku berkerja untuk kelas reguler (dari pelamar umum) 5 orang termasuk aku, ditambah dari honorer 6 orang. Menyenangkan dan jadi punya banyak temen dari berbagai instansi.




Ini waktu kita baru dapet jaket, udah mirip pejabat ga sieh,,, hihihii


Di diklat prajab ini setiap pagi, kita senam. Pagi-pagi bangun dan badan segar bugar. Setelah itu kita berganti kostum. Seragamnya hitam putih ya tampak serasi. Lalu kita berbaris untuk sarapan pagi. Kalau mau makan mesti antri dulu, asli tertib banget dan buat disantapnya pun mesti bareng. Sampe semuanya sudah pada dapet hidangan masing-masing.

Dan ada tata caran, untuk menyantap hidangan. Caranya gini nih:
Semua udah pada menempati kursi masing.
Lalu ada seorang yang kedepan buat pimpin do'a.
Sebelum doa dimulai kita harus dalam posisi, duduk siaaap!!! 
"Sebelum kita menyantap makanan, marilah kita berdo'a sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Berdo'a, dipersilahkan."
Beberapa detik kemudian... " Berdo'a... selesai!"
Lalu perintah selanjutnya... duduk istirahaaat, graak!!!
Jreng..jreng... barulah kita menikmati makanan.




Ini menunya nasi goreng, menu pagi yang selalu tidak lepas dari yang namanya telur/endog/endok. Entah itu telur rebus, telur dadar, telur ceplok/mata sapi, de el el. Wujudnya masih telur hehe...


Aktivitas setelah makan pagi, dilanjut apel/upacara pagi. Aku tidak berhasil membidik fotoku yang tengah apel, jadi ya cerita saja :)


Apel beres sekitar jam 7.30 dilanjut sajian materi yang tujuan intinya ya menambah wawasan/keilmuan kita, diharapakan menjadi abdi negara yang baik. Situasi kelasku kaya gini nih:




Itu cuma sebagian kecil, tapi ya kira-kira keseharian kita seperti itulah. Setelah pengantar materi, kita dibentuk kelompok, membahas masalah, lalu dipresentasikan. Berbagi cerita ataupun ungkapan saran kritik itu hal biasa. Toh kita pada dasarnya sama. Kita adalah peserta. Berharap semua lulus.


Ditengah penyampaian materi, ada istilah kudapan. Ya semacam waktu untuk menikmati snack ringan. Aku inget banget jam-jam untuk kudapan ini. Yaitu pukul 9.45 dan 14.45. Dua waktu yang membentuk alarm secara otomatis hihihii...


snack ringan with a cup of coffee... kopi, akhir tahun akhirnya minum kopi. Di prajab ini aku tergiur sama kopi, klo dihitung selama prajab aku minum 3 gelas kopi. hemmm...


next.... to be continue