Ada rasa yang menyesak di hati. Bentuk yang... entahlah, bagaimana ini harus diungkapkan. Blog ini adalah sarana dimana saya sudah tidak tahu harus berbagi kepada siapa.
Pagi ini, sebelum beranjak ke tempat kerja, aku tertegun selama 15menit duduk di kasur yang langsung bersentuh dengan lantai sambil menatap lurus kepada bayangan mati dua manusia. Lalu sesekali aku tertunduk, seperti anak kecil yang malu ketahuan menangis. Dan kembali menopang dagu, pada sila tangan yang masih dalam posisi duduk terdiam. Tuhaaan... aku harus bagaimana.
Ah, menangis lagi dan membentuk nanar bening mata lagi yang nyaris jatuh. Ayolah hati, teguhlah dan kuat, sekuat seperti biasa ini dijalani. Pagi tadi, aku terdiam tidak berbuat apa-apa. Benar-benar mengikuti keinginan sisi diriku yang di lubuk dalam sebelah sana, aku hanya ingin terdiam. Bangkitlah, ini hampir jam 7, sudah waktunya kau harus berangkat, bersiap-siap lah, monologku. Tidaaak, aku hanya ingin terdiam dan ternyata berhasil membentuk sebening itu lagi dan lagi. Lagi.
Bisik batinku,
Tuhaan, jika aku meminta kesabaran. Jelas Kau akan mengujiku dengan hal sangat menjengkelkan sehingga aku lulus dari rasa sabar itu.
Tuhaan, jika aku meminta kelapangan hati. Jelas, Kau akan mengujiku dengan hal yang sangat bertolak dari inginku sehingga aku menjadi lapang dan menerima.
Tuhaan, beri aku keteguhan atas segala pilihan. Dan benar sekali, Kau mengujiku dengan sekian keraguan dan bayangan yang nyata.
Udara pagi tadi, segar. Batik coklatku, rok hitam panjang, kerudung nuansa hitam, semua sudah rapih. Menanti diri menyambangi dan bersentuh membalut sesama pandang.
Teguhlah dan berlakulah bahwa semua baik-baik saja. Aku kadang lelah, Tuhaan.
Sudah beberapa kali ku lewatkan sunset di pertigaan Perintis Kemerdekaan. Melihat lalu-lalang kendaraan bersahut. Dan para pemuda yang tampak kawin dengan sky-board mereka. Melejit bebas.
Kali ini, akan ku sapa sore mentari dengan senja menyingsing cantik, siap menyambut sang dewi malam.
Malam, aku telah menyukaimu dalam waktu yang berkepanjangan. Sangat kunikmati pesonamu. Selimuti raguku, dobrak lah inginku yang sesat. Membunuh ke-biadab-an!!!
Salam kenal...untuk sementara belum ada komentar..
BalasHapusi am coming to follow.. yours..
BalasHapusdiksinya q suka. lanjutkan:D
maen k tempatq yah...
http://bumiaccilong.blogspot.com/
Mas Dolly, salam kenal juga. Selamat berselancar dunia maya.
BalasHapusMba riani, timakasi mba. Ok dech, ak silaturahmi ke bumi-nya ^^
follbek ya sista.. ^^
BalasHapushttp://cruelovemo.blogspot.com
follbek yah http://nggitzafunia.blogspot.com/ lam kenal...
BalasHapus