Selasa, 12 April 2011

Telapak Tak Berucap

Siapa dia, dia bukan siapa-siapa saya
Kamu siapa, ada keinginan menjadi miliknya
Sebatas ingin tapi menggebu
Begitu kan?!

Kenapa kamu, kamu tidak kenapa-kenapa
Saya dimana, ruang abstrak tanpa esensi percaya
Hendak kemana, apa pedulimu?!
Iya, disana.
Lurus menunjuk, dia, bukan?!

Ia bukan milik saya
Saya pun bukan miliknya
Hanya prosesi ini yang menjadikan seperti dia adalah apa-apa saya.
Jadi dia siapa?!
Dia tetap bukan siapa-siapa.

Kenapa dipertahankan.
Terjawab, alur Tuhan yang sampai saat ini belum dimengerti.
Hatimu terlalu keras, mungkin!!!
Apa karena ada dia?

Dia mengingkannya,
Saling menginginkan.
Dipersilahkan?
Tidak!!!

Mengapa?
Bicaralah dengan telapak tak berucap,
Tak akan ada jawab.
Ini akan lebih menyiksa.

Inginmu?
Keinginan dari sisi jiwa yang hitam
Melumat berjuta pesona
Mengeruknya dan membunuhnya dalam lubang yang dalam.

Kejam..
Iya.
Episode merekapun kejam.

Berbalas.
Tuhan kan balas.

Jangan mendendam.
Rasa itu telah mati suri dan membekas dengan luka yang sangat.

Dimaafkan?
Tuhanku saja Maha Pemaaf.
Kamu bagaimana?
Diam.
Berwudlu lah... ini akan mengundang aura kerudung hijau.


By. Nok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar