Selasa, 23 November 2010

Lukisan Pasir

Ternyata bukan hanya aku
Di tengah kita ada dia
Dia yang telah menjadi sejarah

Bening mutira tak tertahan
Meluruh seketika
Merayap lambat
Hangat

Siapakah engkau yang kukenal
Seperti apakah sebelum akhirnya
Kata kita itu tertuju antara aku dan kamu

Menerawang pasti berharap menjadi pasti
Lukisan pasir berhambur bersama angin
Akankah doa terijabah
Pasti

Rentang waktu yang pasti
Akan menjadi nyata
Menyusur naluri
Ukir kembali sejarah
Eposide yang berkelana

Dan kutemukan engkau
Dan kuketahui ternyata ada dia
Dunia seperti hitam
Menghujamiku
Aku pernah linglung

By: Nok
*pekan setelah ied fitri 1431 H

Minggu, 14 November 2010

Bermalam Malam


Menjelmalah engkau dalam malamku kali ini saja
Aku telah lama menunggu
Sekalinya kau datang
Hanya sebentar

Andai waktumu bisa ku pinjam
Satu malam saja, tidak lebih
Hanya sebentar

Menepilah engkau pada peraduan
Berjanjilah kita akan memandang mentari pagi
Bersama, tidak ada yang lain

Namun itu jika dan hanya jika kau mau
Jika hari itu tersisa untuk kita
Tersisa beberapa rebah tulus
Rebah yang cukup menguatkan
Cukup hangat terasa
Hangatkan hati yang lama lelah menunggu

Wahai malamku...
Hari itu, aku hanya mendengar kabarmu
Kemana saja kau ini
Membuatku khawatir saja

Wahai malamku...
Usah surut dalam langkahmu
Aku tetap setia
Seperti biasa dengan iringan sebait lagu
Syair yang semakin hilang diterpa hembusan angin

Dan kau hanya menimpali
“lagu apa yang kau dendangkan, sepertinya tidak seperti itu liriknya”
Dan
Iya, aku hanya bergumam
Menikmati putarmu wahai malam

Kali itu juga kau tidak hadir
Dan aku telah berpacu pada syair yang panjang
Kau tetap tak datang
Dimanakah engkau,,,

Engkau berangsur pergi dan
Senja semakin dekat
Mentari tampak siap-siap berbagi
Namun atas bersama dalam hari
Dan itu hanya sebentar
Sebelum akhirnya kau pergi
Lagi
Damainya hati ini
Ronanya begitu merah
Aku menyukai saat kita bersama

Wahai malamku
Hendak pergi kemana lagi...

By: Nok

Sabtu, 13 November 2010

Sepintas Nalar

Pernah tidak berpikir kita memiliki pribadi yang berbeda dan berlaku se-merdeka dari yang kita duga? Selepas pulang kerja, aku sering mengamati berbagai perilaku sekitar. Namun ini lebih sering kulihat di malam hari. Dan kebeneran tadi aku pulang hampir di penghujung malam. Hemm.. mudi-muda yang bersuka-suka, segerombol anak manusia yang tampak aneh dengan kostumnya (maaf disebut aneh, secara angin dingin sekali, tapi masih bisa pakai yang minim abis). Dan itulah realita. Kehidupan selalu menawarkan kepada yang hidup agar hidupnya lebih hidup.


Wajar setelah berpikir lama, dengan posisi duduk ataupun hilir mudik kesana-kemari, suplai otak kita menembus syaraf di alam yang secara sadar sana dan berdemo, kami butuh amunisi. Baiklah, mari kita berdamai. Perdamaian kali ini, disambung dengan "pecel lele" murah meriah dinikmati dengan semilir angin yang sejuk. Kursi tampak kosong, kupiliih di pojok yang posisinya bisa melihat kendaraan yang saling berlomba.


Kumpulan materi terpenuhi, saatnya melangkah ke peraduan. Waktu sudah menunjukkan pukul 11. 35 PM. Beberapa ruang petak telah terisi penghuninya, sepertinya memang telah nyaman dalam terjaga. Salam kusampaikan, dan tenang langsung merayap. Tertidur tak sadar tapi lalu terkesiap. Ah, ternyata pulasku hanya 10 menit.


Aku kemudian berselancar pada dunia maya dan berjelajah, tapi aku tengah rindu untuk tuliskan buah pikiran baik itu selintas atau memang hanya berucap dan diterjemahkan kedalam kata per kata seperti ini, ya seperti ini.