Minggu, 12 Juni 2011

Kamu dia kalian

Selamat malam, malam yang seperti malam yang lain. Yang berubah itu hanya moment yang ada. Kebersamaan yang akhirnya untuk kesekian kali dibuka dengan cerita tidak mengenakan.

Wanita, wanita itu lagi. Dia lagi. Dan memang tidak berubah. Jujur pun telah ingkar. Seolah tak paham satu sama lain. Kalian cerdik sekali. Mengapa menyakiti hingga sedemikian jauh. Tega sekali.

Lembaga dalam universitas kehidupan akan segera menuju babak baru. Menghitung mundur dalam hitungan hari. Ujian pun semakin menjadi.

Dalam pikir, langkah maju itu hanyalah sebuah kompromi perjanjian, tidak lebih dari apapun. Balas atas kewajiban, laksananya hak yang senantiasa dituntut.

Kalian itu hebat sekali, pintar sekali, lihai sekali, tapi bejat sekali.

Kau ingin tau bagaimana marahnya manusia. Ia hanya diam. Tanpa kata, seolah terdakwa yang tengah diadili. Marahnya membuat urat leher menegang, degub jantung semakin kencang, tapi nadi melemah, tatap menjadi nanar, kosong. Ini nyata kah?!

Satu yang memilukan, mengapa kalian tidak jujur saja. Menyakiti sebegini teganya. Ingkarmu akan berbalas, karma itu ada. Ketika itu kau hanya seonggok manusia tanpa daya. Kecewa itu telah mengakar dan menjalar.

3 komentar:

  1. hai ... singgah singgah.. terdampar di blog sista.. udah aku follow.. follow back ya? tengkyu.. salam bloofers.. keep posting ^^

    BalasHapus
  2. maka, betapa penting kejujuran itu ya.... agar tak mengakar dan menjalar, apalagi sesak di dada...

    BalasHapus
  3. nice post :)
    ditunggu kunjungan baliknya yaah ,

    BalasHapus