Jumat, 27 Mei 2011

Tak Bisa Kupahami

Aku sudah tidak berpikir lagi siapa atau bagian waktu yang mana hingga akhirnya perkembangan dari perkenalan mereka sebegitu dekatnya. Yang kuyakini, akan ada perjanjian kokoh siap menyambutku. Tapi ini bukan hanya aku, dia juga serta keluarga. Semua, kedua keluarga.

Masalah kalian masih bermain, aku sudah tidak perduli lagi. Telah aku tancap tekad jauh dilubuk hati setelah akhirnya aku memilih bahwa aku memilih bersamamu. Pikirku ini terlalu riskan, yakinkah ku pilih jalan ini. Beribu tanyaku, pergulatan hati yang nantinya akan ada pertanggungan jawab dunia akhirat. Tuhan, bimbing aku. Tuhan, jangan tinggalkan aku.

Waktunya semakin dekat. Terhitung kurang dari sebulan. Tuhan, mantapkan dan tetapkan hati kami, keluarga kami.

Persiapan sedikit demi sedikit mulai berujung hasil. Belum rampung benar, dan terus dipantau. Kisahku tulis sambil ku terus berdialog pada diri. Aku, kamu, dia, kalian, mereka.

Aku bertatap dengan diriku, pada cermin yang selalu membuatku merona.
Kamu yang begitu memesona, bersamamu cinta,tangis, dan airmata berbagi.
Dia, memang telah nyata hadirnya. Aku bisa apa???
Kalian, cukup bermain didepanku, jangan terlihat oleh mereka. Cukup aku.
Karena rasanya perih, perih yang sangat.

Seperti duri yang menghujam runcing menusuk hingga sendi nadi, menyayat tapi terselubung kepura-puraan. Aaah, itu sudah tidak kupikirkan lagi. Terserah.

Bukankah engkau membidik cara pandangku kepada yang positif dan membuang pikiran yang tidak baik. Benar sekali. Bukan urusanku atas setiap laku manusia. Kita berjalan dengan kaki kita sendiri. Usah menopang kepada yang lain.

By.Nok

27052011
di Jum'at sore menjelang pulang.
selamat berlibur

1 komentar:

  1. http://fannyphysicseducation.blogspot.com/

    foll back yaaa

    postingannnya bgus...

    salam bloofers !!

    BalasHapus