Jika penerimaan itu adalah sebuah kebodohan. Bisa jadi aku adalah salah satu orang bodoh yang permanen. Di saat lain menuntut sedemikian melunjaknya, aku justru harus berusaha sendiri mencari.
Karena ini telah terbiasa, sehingga kakiku tak boleh pincang. Kepincangan ini, kadang terjadi dan langsung membuncah. Jika ingat itu, setan apa yang tengah menggelayutiku.
Tuhan, surga ataupun neraka... aku takut akan keduanya. Keberadaannya yang sudah pasti adanya.
Hanya jika ku boleh meminta, berilah aku berjuta-juta kesabaran. Karena jika ku hilang setengahnyapun, aku masih memiliki sabar itu.
Sentuhlah hatinya. Tapi apakah hatinya merasakan sentilan indahMu.
Hak dan kewajiban. Jika kau lalai dalam kewajibanmu, berarti kau dzalim atasku. Dzalim dengan penghidupanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar